Setelah 4 hari tak terjadi penambahan, kasus Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala (Batola) terjadi penambahan drastis, Kamis (20/09/2020) hari ini. Kasus konfirmasi (konfirmasi positif) bertambah 19 orang sekaligus. Meskipun kabar baiknya terdapat pasien sembuh 20 orang.“Kasus kali ini termasuk hasil swab masif yang digelar 17 Agustus tadi,” papar Juru Bicara Tanggap Darurat Covid-19 Kabupaten Barito Kuala, dr Hj Azizah Sri Widari.

Apakah yang di Rutan Marabahan sudah termasuk? “Ya, namun sedikit. Yang banyak hasil tracking puskesmas terhadap kontak erat serumah yang diswab di KTM,” jawab Azizah, seraya enggan merinci data persisnya. “Maaf saya tak bisa memberikan datanya. Tanyakan kepada Kepala Rutan saja,” sambungnya.

Terkait penambahan 19 kasus konfirmasi positif baru yang berasal dari pasien kontak erat terdiri dari 11 laki-laki dan 8 wanita tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola itu, masing-masing berasal dari Kecamatan Marabahan 11 orang, 3 dari Alalak, 2 dari Wanaraya, dan masing-masing 1 orang dari Barambai, Belawang, dan Anjir Muara.

Sedangkan 20 orang pasien sembuh terdiri dari 12 laki-laki dan 8 wanita, sambung Azizah, masing-masing berasal Kecamatan Alalak 9 orang, 7 Marabahan, 2 Cerbon, 1 Wanaraya, dan 1 Tamban.“Saat ini 9 pasien sembuh yang berasal dari pemantauan Tim RSUD Abdul Aziz, 8 dari pemantauan Tim Karantina Khusus Asrama Haji Banjarbaru, dan 3 dari pemantauan Tim Kecamatan Marabahan itu tengah menjalani isolasi mandiri 14 hari di rumah untuk menjaga kesehatan,” paparnya.

Azizah juga melaporkan hasil pemantauan harian kasus Covid-19 di Batola. Hingga pukul 13.34 wita kasus keseluruhan yang terjadi di Batola mencapai 846 kasus atau bertambah 28 kasus dibandingkan, Rabu (19/08/2020).Dari 846 keseluruhan kasus ini, lanjutnya, terdiri dari suspek/ODP 59 orang, probable/PDP 2 orang, kontak erat/OTG 265 orang, dan kasus konfirmasi/konfirmasi positif 520 orang yang terdiri dari sembuh 389 orang (72 persen dari kasus konfirmasi positif), meninggal 6 orang, isolasi mandiri 92 orang, dan dirawat 33 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz Marabahan 1 orang, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 2, RS Bhayangkara Banjarmasin 3, RSUD Ulin Banjarmasin 2, dan Karantina Provinsi 25 orang.