Kebakaran yang menimpa warga Desa Bantuil RT 05 Kecamatan Cerbon, Sabtu (05/12/2020), tak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola). Bentuk perhatian tersebut setidaknya dengan diberikannya bantuan kepada para korban.

Senin (07/12/2020) pagi, usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Marabahan, Bupati Hj Noormiliyani AS menyambangi lokasi eks kebakaran yang berada di Desa Bantuil.

Kehadiran bupati beserta SKPD terkait seperti Kalak BPBD Sumarno, Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor, Kadinsos Fuad Syekh, Kepala Disdik Sumarji, Camat Cerbon M Hasbi dan para anggora forkopimcam selain untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat yang tertimpa musibah juga dalam rangka memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan berupa uang tunai, pakaian layak pakai, serta perabot rumah tangga yang berasal dari Dinas Sosial, BPBD, TP-PKK, dan Forum Ibu Peduli Sosial (FIPS) diserahkan Bupati Hj Noormiliyani.

Beberapa unit rumah akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari TP-PKK maupun dari dana desa. Tak hanya itu, Dinas Pendidikan Batola juga memberikan bantuan khusus, mengingat di antara korban terdapat 6 guru pengajar masing-masing Warnita (guru SDN Sawahan 2), Maya Nurfina (guru SDN Sawahan 1), Syarifuddin (guru SDN Sungai Rasau), Arif Alrifani dan Hilmiah (guru SDN Bantuil 1), serta Herliani (guru SDN Palingkau).“Kami berharap bantuan ala kadarnya ini bisa bermanfaat meringankan kebutuhan bapak ibu sekalian,” papar bupati.

Kepada para korban bupati menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa. Namun ia juga menyarankan supaya tetap tabah dan sabar menerima ujian serta menjadikan peristiwa sebagai pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati di kemudian hari. “Insya Allah jika bapak ibu sabar dan tabah akan ada hikmah di balik musibah yang terjadi,” paparnya sembari juga menyarankan warga tetap giat berusaha.

Musibah kebakaran menimpa Desa Bantuil RT 05 Kecamatan Cerbon terjadi, Sabtu (05/12/2020). Peristiwa yang berlangsung sejak pukul 14.35 wita itu menghanguskan 9 rumah yang dihuni 12 kepala keluarga yang terdiri dari 28 jiwa.Kesembilan rumah tersebut masing-masing milik Asnan (1 jiwa), Rikiyah (3 jiwa), Imur (3 jiwa), Enal (4 KK/11 jiwa), Inur (2 jiwa), H Jaryani (3 jiwa), Kartini (1 jiwa), Samsiah (1 jiwa), dan H Ibrahim (3 jiwa).