Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS mengikuti Video Conference (Vicon) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (03/04/2020) pagi.

Vicon yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batola ini juga dihadiri Pj Sekda H Abdul Manaf, Kadiskominfo Akhmad Wahyuni, Kepala Bappelitbang H Zulkifli Yadi Noor, Kadiskes Hj Azizah Sri Widari, Kadishub Samsul Arifin, Kepala BPKAD Samson, dan Kalak BPBD Sumarno.

Vicon melibatkan pihak Kemendagri dengan para sekdaprov ini membicarakan langkah-langkah antisipasi dan penanggulangan penyebaran Virus Corona (Covid-19), mulai dari pembatasan aktivitas, pemberian bantuan sosial bagi warga yang terdampak, hingga pergeseran anggaran dalam pencegahannya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Akmal Malik mengatakan, seluruh daerah yang ikut vicon agar menyimak dan memahami hal-hal yang dijadikan masukan untuk bisa diaplikasikan di daerah masing-masing.

“Saya ingatkan ini baru semacam pertemuan awal namun kami memberikan waktu kepada seluruh daerah untuk mendiskusikan penanganan Covid-19,” ucapnya.

Akmal Malik juga mengungkapkan terkait penanganan Covid-19, pihaknya menyediakan layanan hotline di telepon 02134832851 dan WA 081294588283. “Seluruh daerah bisa melakukan koordinasi dan melaporkan lewat nomor layanan ini,” ucapnya.

Sekteraris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie saat vicon mengatakan, pihaknya tengah melakukan refocusing anggaran di antaranya terkait kegiatan yang tidak bersentuhan secara langsung terhadap masyarakat seperti efesiensi perjalanan dinas serta kegiatan-kegiatan yang dapat ditunda.

“Dalam refocusing ini Pemprov Kalsel menyiapkan anggaran Rp200 miliar untuk mendukung penanganan Covid-19,” beber Haris.
Haris menambahkan, Pemprov Kalsel dan Tim Gugus Tugas sudah melaksanakan arahan dari Pemerintah Pusat baik yang disampaikan langsung oleh presiden maupun dari kemendagri.Dirjen Otda Akmal Malik mengatakan, agenda utama dalam rapat ini terkait refocusing APBD dalam menanggulangi Covid-19 serta mempertegas Surat Edaran Mendagri terkait penanggulangan Covid 19 di daerah.

Dikesempatan Vicon ini pihak Kemendagri mengimbau agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan forkopimda, ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya dalam menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mudik.

“Kami berharap, masyarakat diedukasi agar tidak memberikan stigma negatif atau buruk terhadap orang yang tersandung kasus Covid-19,” tutur Akmal Malik sembari menyatakan menanggulangi pandemi Covid-19 diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah. (humpro/batola_membangun)