Bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan (Gustu Kalsel), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim Gugus Tugas (Gustu) Barito Kuala (Batola) menggelar rapid test massal terhadap 371 warga, Senin (18/05/2020).

Daerah yang menjadi sasaran rapid test Komplek Anissa dan Komplek Persada Permai Baru 2 (Semangat Dalam), serta Komplek Papan Kemakmuran (Handil Bakti) Kecamatan Alalak.
Di Komplek Annisa warga yang di tes rapid 82 orang namun hasilnya semuanya non reaktif, di Komplek Papan Kemakmuran dari 124 warga yang dirapid test hasilnya 5 orang reaktif.

Yang mencengangkan ketika rapid test dilakukan di Komplek Persada Permai Baru 2, dari 165 warga yang diperiksa ditemukan 15 orang reaktif. Terhadap 20 orang warga reaktif ini seketika itu juga dilakukan tes swap oleh Tim Gugus Tugas Provinsi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Abdul Haris Makkie menyarankan khusus Komplek Persada Permai Baru 2 agar dilakukan karantina wilayah lokal. Mengingat di komplek tersebut juga terdapat 10 warga positif Covid-19.
“Komplek itu harus dilakukan lockdown total 14 hari dan diawasi 24 jam oleh personil keamanan gabungan dari Polres Batola dan Kodim 1005 Marabahan guna mencegah penyebaran yang lebih masif lagi,” papar Ketua Gugus Tugas Kalsel itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola, dr Hj Azizah Sri Widari menerangkan, rapid test massal ini dilaksanakan atas kerjasama Batola dengan Provinsi Kalsel.
“Seluruh peralatan maupun biaya mulai konsumsi masyarakat, petugas, pos jaga, hingga petugas konseling maupun motivator bagi masyarakat dijamin dari provinsi. Sedangkan yang melaksanakan berasal dari tim gabungan Dinas Kesehatan Batola dan Gugus Tugas kita,” katanya.

Azizah yang juga Juru Bicara Gugus Tugas (Jubir Gustu) Covid-19 Batola itu menambahkan, selain Senin (18/05/2020), kegiatan rapid test juga dilaksanakan Selasa (19/05/2020) yang mengambil lokasi Desa Berangas Kecamatan Alalak dengan sasaran sebanyak 400 orang melalui metode sampling.

Terkait arahan Sekdaprov Kalsel agar dilakukan karantina wilayah terhadap Komplek Persada Permai Baru 2, wanita ramah itu mengatakan, sudah menghubungi Bupati Hj Noormiliyani AS.
Bupati menyatakan segera menemui pihak Gustu Provinsi guna merundingkan langkah tepat dalam menyikapi permasalahan Komplek Persada Permai Baru 2 tersebut.

Dari pembicaraan yang dilakukan, Senin (18/05/2020) petang, diperoleh kesepakatan tidak dilakukan lockdown di komplek itu.
Yang akan dilakukan hanya pembatasan pintu masuk menggunakan satu jalur untuk memantau pergerakan dan aktivitas warga komplek dengan mengaktifkan unsur kamtibmas dari warga. Sambil menunggu hasil swab akan dilakukan rapid test lanjutan dengan metode acak di dua RT terdekat.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalsel H Wahyudin menyarankan agar pelaksanaan rapid test dilakukan lebih tepat sasaran. Mengingat alat serta biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan cukup mahal.
“Harga satu alat rapid test itu mencapai Rp300 ribu, karenanya sebaiknya dilakukan secara lebih efektif guna menghindari pemborosan biaya,” saran lelaki yang juga menjabat Kepala BPBD Provinsi Kalsel itu.

Test rapid yang dilakukan di wilayah Kecamatan Alalak ini ternyata mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Mereka menilai tes yang dilakukan kesempatan untuk memastikan terpapar tidaknya terhadap virus corona. Karenanya wajar ketika digelar rapid test massal warga rela antri bahkan banyak yang datang sangat pagi agar namanya lebih dulu dipanggil.
“Kalau sudah dilakukan tes kita tidak was-was lagi jika mengetahui tidak terpapar. Terus terang selama ini kami sangat khawatir akan penularan virus corona,” terang warga Komplek Persada Permai 2, Noor.