Puluhan narapidana (Napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Marabahan yang mendapat pembebasan dalam program asimilasi mendapat bantuan paket sembako dari Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS.
Pembagian dilakukan secara simbolis di depan kediaman Bupati Batola di Jalan Pangeran Antasari Nomor 1 Marabahan, Senin (18/05/2020).

Kehadiran para napi diangkut langsung Kepala Rutan Kelas IIA Marabahan, Andi Gunawan.
Bupati Hj Noormiliyani AS mengatakan, dibagikannya sembako kepada para napi asimilasi karena dinilai sebagai orang baru di masyarakat yang belum mendapatkan penghasilan sehingga perlu diberi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sementara.

Terlebih saat ini masyarakat tengah dilanda penyebaran wabah virus corona yang membuat semua orang kesulitan dalam bekerja dan berusaha.
“Kami berharap dengan bantuan ini dapat membantu kebutuhan sementara bapak ibu sekalian,” kata Noormiliyani sembari memanjatkan doa agar wabah segera berlalu sehingga kehidupan bisa kembali normal.

Di kesempatan pembagian sembako ini, bupati berpesan sekembalinya ke masyarakat para napi hendaknya bisa hidup normal sebagaimana warga lainnya. Ia berharap para napi bisa mengambil hikmah dari perjalanan serta bertekad untuk tidak lagi mengulangi kekhilafan yang pernah dilakukan.
“Jadikan pengalaman sebagai pelajaran dan bapak ibu harus bertekad untuk tidak lagi mengulangi. Ingat anak isteri serta masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Salah seorang napi asimilasi, Hanafi sangat bersyukur atas bantuan sembako yang diberikan. Lelaki berusia 50 tahun itu mengatakan bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan keluarganya.
“Bantuan ini benar-benar sangat bermanfaat, terlebih saat ini saya belum bisa bekerja ditambah adanya wabah yang membuat semua orang kesulitan dalam berusaha,” papar lelaki yang bermukim di Komplek Dasa Maya II Alalak Selatan, Kecamatan Alalak.

Kepala Rutan Marabahan, Andi Gunawan mengatakan, di tengah situasi wabah Covid-19 sekarang pihaknya terpaksa lebih memperketat kunjungan termasuk dengan pihak keluarga sendiri.
Hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari penularan. Mengingat jika satu ada yang terpapar maka akan membawa resiko bagi para napi lainnya.
“Karenanya di musim corona ini saya tidak mengizinkan para tamu untuk kontak langsung. Jika ada ingin berkomunikasi kami menyediakan melalui telepon atau video call,” katanya.