Sempat dicap sebagai zona merah serta divonis sebagai penyumbang kasus positif pertama di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kecamatan Wanaraya berhasil menekan perkembangan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sejak mencuatnya kasus covid-19 di Batola akhir Maret 2020 Kecamatan Wanaraya menjadi isu senteral awal penyebaran virus corona. Sejak itu pula petugas bekerja melakukan tracking dan berhasil menghimpun 28 ODP.
Kemudian pada 2 April 2020 dilakukan rapid test dan ditemukan 2 orang PDP dari Kecamatan Wanaraya. Selanjutnya setelah kembali dilakukan tes swab kepada 34 ODP, 16 OTG serta 1 PDP diketahui hasilnya pada 13 April 2020 positif 4 orang termasuk 3 dari Wanaraya.

Sejak itulah kasus covid-19 di Batola terus berkembang dan Wanaraya menjadi titik sorot dibanding beberapa kecamatan lainnya sebagai kecamatan penyumbang terbanyak. Puncaknya pada 23 April 2020 terdapat 11 orang warga di Kecamatan Wanaraya yang terkonfirmasi positif, 33 OTG, dan 1 ODP.

Terus mencuatnya kasus covid-19 itu pun memacu camat, gugus tugas, dan para kades bersama-sama masyarakatnya untuk bergotong-royong mengatasi penyebaran. Sejak itulah mereka bergerak melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk membuat pos-pos penjagaan serta portal di setiap desa maupun gang guna membatasi pergerakan warga yang keluar masuk.
Hasilnya ternyata sangat positif. Sejak itu kasus covid-19 tak lagi berkembang di wilayah Kecamatan Wanaraya bahkan terus menurun.
Camat Wanaraya Slamet Riyanto merasa senang atas penurunan kasus covid-19 yang terjadi di wilayahnya. Ia pun berharap kasus ini dapat teratasi secara tuntas.
“Alhamdulillah semoga tidak ada lagi penambahan. Saat ini yang perlu diwaspadai terhadap orang yang mudik kemudian pulang kampung,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Jubir Gustu-PP) Covid-19 Batola, dr Hj Azizah Sri Widari, Sabtu (23/05/2020), hingga pukul 11.28 wita keseluruhan kasus Covid-19 di Batola terdapat 185 kasus.
Dari seluruh kasus terdapat 52 kasus terkonfirmasi positif yang terdiri dari 2 orang sembuh dan 1 meninggal (semuanya dari Kecamatan Wanaraya), 49 dirawat (di RSUD Abdul Aziz Marabahan 8 orang, 3 di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, 19 di Karantina SKB Marabahan, dan 19 orang di Karantina Provinsi), 41 orang dalam pemantauan (ODP), 3 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 89 orang tanpa gejala (OTG).

Azizah yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola itu menyatakan, 3 orang PDP masing-masing dari Semangat Dalam (Alalak) 1 orang, Marabahan 1, dan Anjir Pasar 1 orang.
Untuk 41 kasus ODP, lanjut dia, masing-masing dari Kecamatan Alalak 20 (Semangat Dalam 19 dan Berangas 1), Tabunganen 6, Marabahan 4, Tamban 4 (3 Jelapat), Rantau Badauh 3, Cerbon 1, Mandastana 1, Wanaraya 1, dan Anjir Muara 1.
Sedangkan 89 OTG, tambanya, dari Kecamatan Alalak 41 orang (terdiri Semangat Dalam 31 dan Berangas 10), Rantau Badauh 13, Tabunganen 9, Mandastana 8, Marabahan 7, Cerbon (Bantuil) 3, Barambai 3, Tamban 3, dan Anjir Pasar 2 orang.