Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) Tahap I mulai disalurkan kepada masyarakat terdata di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Agenda penyaluran BST kali ini dilaksanakan BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Marabahan. 
Menandai peluncuran, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, secara simbolis menyerahkan buku rekening kepada dua perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di rumah jabatannya di Jalan Pangeran Antasari Nomor 1 Marabahan, Kamis (28/05/2020).

Didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Batola Fuad Syekh dan Kepala KCP BNI Marabahan Ali Hartono, bupati menerangkan, BST Kemensos ini merupakan rangkaian sejumlah bantuan yang diberikan pemerintah baik pusat maupun daerah terhadap warga miskin dan terdampak Covid-19. 
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menjelaskan, sebelumnya Pemkab Batola juga menyalurkan pembagian sembako serta Bantuan Langsung Tunai Desa yang berasal dari Dana Desa (BLTD-DD). 
“Kita menyadari selama pandemi Covid-19 ini banyak warga yang kesulitan ekonomi akibat terganggunya aktivitas usaha dan pekerjaan. Karenanya pemerintah mengambil kebijakan untuk membantu perekonomian melalui berbagai bantuan baik yang berasal dari pusat maupun daerah sendiri,” katanya. 

Noormiliyani menjelaskan, penyaluran BST Kemensos di Batola dilaksanakan secara bertahap melalui bank-bank yang terhimpun dalam Himbara (Himpunan Bank Negara) seperti BNI, BRI, serta Kantor Pos. 
Ia menyarankan bagi penerima yang kebetulan tidak terdesak kebutuhan hendaknya bisa ditabung dulu agar uangnya benar-benar dipergunakan untuk hal-hal yang sangat perlu.

Di sela peluncuran BST Kemensos ini, bupati perempuan pertama di Kalsel itu juga menyinggung tentang Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola. Ia menjelaskan, yayasan yang bernama “Crisis Center Covid-19” ini berfungsi menghimpun berbagai bantuan sosial baik dana, sembako, dan lainnya untuk disalurkan kembali kepada warga yang tidak terakomodir dalam penerima bansos seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLTD-DD (Bantuan Langsung Tunai Desa dari Dana Desa) dan BST (Bantuan Sosial Tunai).
Untuk itu ia mempersilahkan warga yang tidak mampu serta terdampak Covid-19 selama berlangsungnya pandemi bisa mengadu ke Crisis Center Covid-19 Pemkab Batola. 
“Kepada warga yang merasa memenuhi, baik kurang mampu atau belum menerima bantuan termasuk bagi yang terdampak Covid-19 seperti kena PHK dan lainnya bisa mengadu ke Crisis Center Covid-19 Pemkab Batola. Nanti dilakukan verifikasi dan jika memenuhi akan diberikan bantuan ,” paparnya. 

Pimpinan BNI KCP Marabahan Ali Hartono menyampaikan, KCP BNI Marabahan sendiri mendapatkan alokasi penyaluran sebanyak 1.365 KPM. Ia menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi KPM untuk pencairan selain harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 juga harus melengkapi beberapa formulir dan pencocokan data dari Dinas Sosial. 
Kadinsos Batola Fuad Syekh mengatakan, total penerima BLT Kemensos di Batola terdapat 15.004 orang yang tersebar di 17 kecamatan. Sedangkan bantuan terbanyak tersebar di Kecamatan Alalak, Tabunganen, dan Tamban.