Pemkab Barito Kuala (Batola) berencana akan membeli alat PCR (Polymerase Chain Reaction). Pembelian PCR dilakukan untuk mempercepat diagnosis deteksi virus Corona (Covid-19) melalui swab test (tes tenggorokan). 

Kamis (02/07/2020), Bupati Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor, dan Pj Sekda H Abdul Manaf menerima kehadiran Vendor alat PCR dari perusahaan Swiss. Kehadiran Vendor PCR di Kantor Bupati Batola ini dalam rangka mempresentasikan manfaat dan penggunaan alat. 

Bupati Hj Noormiliyani AS berharap dengan dimilikinya alat PCR dapat sesegeranya mendeteksi tertular atau tidaknya seseorang terhadap virus corona agar petugas bisa dengan segera pula mengambil langkah dan tindakan selanjutnya. 
“Kendala kita sekarang sebelum seseorang diputuskan dikarantina atau tidak perlu waktu lama. Ini berbahaya, kalau dia positif dan bepergian bisa menimbulkan penularan terhadap yang lain,” pungkas Noormiliyani.

Menurut rencana, alat PCR nantinya akan dioperasikan di RSUD Abdul Aziz Marabahan. Diharapkan setelah dimilikinya alat hasil swab test bisa diketahui dengan cepat. 
Direktur RSUD Abdul Aziz Marabahan dr Fathurrahman menyampaikan, persiapan operasional alat beserta laboratorium pendukung dan lainnya memerlukan waktu satu bulan.

Laboratorium Klinik Genetik Indonesia yang menjadi vendor alat, paparnya, siap menyediakan tenaga teknis untuk mendampingi persiapan laboratorium hingga beroperasi. 

“Alat PCR dapat menganalisa 500 spesimen per hari namun dengan perkiraan Batola hanya memerlukan pemeriksaan 100 spesimen sehari. Kita masih diskusikan masalah harganya,” ungkap Fathurrahman.
Ia menerangkan, jika pengadaan alat PCR terealisasi maka Batola akan menjadi kabupaten pertama di Kalsel yang memiliki alat dan laboratorium PCR. Saat ini di Kalsel test swab hanya terdapat di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Banjarbaru.