Jika tahun-tahun sebelumnya peringatan Hari Nak Nasional (HAN) di Barito Kuala (Batola) berlangsung semarak dan dilaksanakan di desa-desa, tahun ini sehubungan pandemi kegiatannya hanya sederhana. 
Puncak Peringatan HAN di Batola, Kamis (23/07/2020), hanya dilangsungkan di Aula Mufakat. 


Acara yang dihadiri Bupati Hj Noormiliyani AS, Ketua DPRD Saleh, Pj Sekda H Abdul Manaf, Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor serta SKPD terkait itu hanya dirangkai gelaran prestasi dan Forum Anak Daerah (FAD) dalam bentuk galeri.


Namun demikian, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Harliani menerangkan, sebelum puncak peringatan ini pihaknya telah melaksanakan berbagai rangkaian seperti pendistribusian bantuan bagi perempuan dan anak serta lansia yang tergolong miskin dan terdampak Covid-19.


Bentuk bantuan yang dibagikan bersumber dari Kementarian PPA-RI yang berasal dari dana Dekon DPPPA Provinsi Kalsel itu, terang Kepala Dispersip Batola itu, terdiri dari 75 paket masing-masing untuk perempuan dewasa 37 paket, perempuan lansia 17 paket, dan anak 21 paket. 
Sedangkan kegiatan sosial yang dilaksanakan, lanjutnya, seperti melakukan kunjungan terhadap keluarga kurang mampu yang memiliki anak dengan kondisi sakit serta sangat membutuhkan bantuan.


Bupati Batola Hj Noormiliyani mengatakan, perayaan hari anak di masa pandemi Covid-19 ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa baik itu orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa, serta pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
“Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa. Masa depan bangsa berada di tangan anak saat ini,” ucapnya.


Terkait dengan kegiatan belajar mengajar, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu mengatakan, pihaknya telah berupaya menyusun metode yang sesuai selama masa pandemi, khususnya selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Desa/Kelurahan (PS2DK) di Batola. Agar anak-anak, khususnya siswa siswi SD dan SMP, dapat kembali melaksanakan belajar secara tatap muka.