MARABAHAN — Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Kuala bersama Komisi VIII DPR RI dan BNPB melaksanakan sosialisasi penguatan literasi kebencanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di Kabupaten Barito Kuala, pada Rabu (05/08).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barito Kuala, H. Herman Susilo, S.M., menyampaikan apresiasinya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menghadapi bencana yang kerap berulang di daerah khususnya di wilayah Batola, seperti banjir saat musim hujan serta kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para relawan, khususnya terkait aspek keselamatan dan pemahaman teknis dalam penanganan bencana agar para relawan tidak hanya mengandalkan semangat aksi tanpa dibekali ilmu yang memadai.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan rawan bencana, baik akibat letak geografis maupun dampak perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa Komisi VIII memiliki perhatian serius terhadap penanggulangan bencana, termasuk terus mendorong penguatan literasi kebencanaan melalui kebijakan seperti revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta memperkuat peran BPBD di daerah.

Melalui kegiatan ini, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sosialisasi dengan sebaik-baiknya serta menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Keselamatan bukanlah keberuntungan, melainkan hasil dari persiapan yang matang,” ujarnya.

Turut hadir juga pada kegiatan, Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, jajaran BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, serta jajaran BPBD Kabupaten Barito Kuala.