Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyelenggarakan kejuaraan Tenis Meja Terbuka Bupati Barito Kuala Cup VII. Turnamen yang berlangsung di Gedung Olahraga Ije Jela Marabahan 15 – 19 Januari 2020 ini dibuka Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS, Kamis (16/01/2020).

Kejuaraan yang dilaksanakan dalam rangkaian Hari Jadi ke-60 Barito Kuala ini sedikitnya diikuti 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia di samping juga terdapat atlit dari kabupaten/kota di Kalsel, Kaltim, dan Kalteng.

Beberapa atlet luar Kalimantan yang ikut berlaga memperebutkan piala tetap dan uang pembinaan senilai Rp185 juta berasal dari para donatur seperti Bank Kalsel Cabang Marabahan, Bupati Hj Noormiliyani AS, dan partisipasi berbagai pihak ini di antaranya berasal dari Jatim, Jabar, Jateng, Jakarta, Makassar, dan Bali.Dari 250 atlet yang turut ambil bagian berlaga di sejumlah sektor seperti beregu umum diikuti 20 regu, tunggal putra umum 45 orang, tunggal puteri regional Kalimantan diikuti 22 orang, tunggal putera kelahiran 2002 terdapat 47 orang, tunggal puteri kelaharian 2002 diikuti 24 orang, tunggal putera kelahiran 2007 diikuti 27 orang, tunggal puteri kelahiran 2007 diikuti 17 orang, ganda putera khusus Kalsel diikuti 20 orang, dan tunggal veteran 50 tahun ke atas diikuti 28 orang.

Para atlit yang mengikuti pertandingan tidak sedikit yang berpengalaman di tingkat nasional. Ketua Panitia Pelaksana Reza Widya Noor mengatakan, digelarnya turnamen bertujuan selain meningkatkan persatuan kesatuan dan kebersamaan para atlit tenis meja di seluruh Indonesia juga untuk meningkatkan prestasi agar mampu meraih peningkatan baik di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kegiatan ini selain agenda rutin PTMSI Batola dalam rangka Hari Jadi Batola juga sebagai betuk pembinaan prestasi sekaligus untuk memotivasi minat masyarakat dalam berolahraga, khususnya tenis meja,” katanya.

Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS saat membuka turnamen mengatakan, kehadiran para atlit dari berbagai daerah ini selain memberikan kebanggaan juga membawa keuntungan bagi daerah dalam hal promosi pariwisata. Oleh karenanya, ia berharap, kegiatan ini di samping mengukir prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengasah sekaligus meningkatkan kemampuan bertanding para atlit muda, terlebih atlit dari Batola.

“Kita juga berharap dari even ini akan mampu membangun kebersamaan dan jaringan komunikasi antara para atlit terutama dalam berbagi informasi perkembangan tenis meja sehingga mampu menjadi pendorong bagi tercapainya kemajuan olahraga khususnya cabang tenis meja di daerah masing-masing,” katanya.