Menggunakan metode random sampling, tes cepat di Pasar Baru Marabahan, Kamis (4/6), menemukan 7 orang yang reaktif.

Melihat lokasi di tengah-tengah pasar, pengetesan yang dilakukan Gugus Tugas Kecamatan Marabahan mulai pukul 09.00 Wita. Pengetesan sekitar 200 pedagang sesuai peralatan cepat yang disediakan.
Namun hanya 106 pedagang yang mengikuti tes cepat. Sementara tidak hadir dan diganti warga non pedagang yang datang dengan persetujuan sendiri.

“Kami sudah lama menunggu pengetesan ini menunggu tidak sedang berdagang. Kebetulah saya punya anak perawat yang terus berusaha agar saya ikut tes cepat,” papar Sarinum, salah seorang pedagang sebagaimana dikutip apahabar.com.

Diperoleh dari 106 pengetesan, ditemukan tujuh sampel reaktif. Mereka tidak langsung menyetujui tes swab, lantaran menunggu disetujui peralatan dari Dinas Kesehatan Barito Kuala.

“Pedagang yang reaktif diedukasi untuk mengisolasi mandiri, sembari menunggu jadwal swab,” jelas dr Fiqhiyatun Perdani dari Puskesmas Marabahan.

Swabindahan dilakukan Sabtu (6/6), berbarengan dengan tes cepat terhadap sekitar 200 pedagang di Pasar Wangkang. Andai tidak datang, warga diundang melakukan swab di Mess KTM Marabahan.

“Selain tes cepat, langkah selanjutnya antara lain melakukan pelacakan di sekitar tempat tinggal orang-orang yang reaktif,” sahut Eko Purnomo Sakti, Camat Marabahan. apahabar.com/humpro