Masyarakat Barito Kuala (Batola) tentu gembira. Pasalnya, 11 pasien Covid-19 kembali dinyatakan sembuh. Walau pun kabar kesembuhan ini juga diikuti penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif. 

Informasi yang diterima dari Juru Bicara Tanggap Darurat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Batola, dr Hj Azizah Sri Widari pukul 12.11 wita, Sabtu (11/07/2020) menyatakan, 11 pasien sembuh masing-masing berasal dari Kecamatan Alalak 3 orang, Bakumpai 3, Rantau Badauh 2, Marabahan 1, Wanaraya 1, dan Belawang 1 orang. (lihat tabel) 

Sedangkan 4 pasien terkonfirmasi positif baru yang sebelumnya berstatus OTG/ODP itu, katanya, dua di antaranya akibat kontak dengan pasien positif sedangkan dua lainnya belum diketahui riwayat kontaknya. 

Ironisnya, dari 4 pasien terkonfirmasi positif baru ini, ungkap Azizah, terdapat anak laki-laki berusia 1 tahun dari Kecamatan Bakumpai berinisial Btl-302. Sedangkan tiga lainnya, lanjut dia, dua di antaranya berasal dari Kecamatan Cerbon yaitu Btl-303 (laki-laki 60 tahun) serta Btl-304 (wanita 55 tahun) dan satunya lagi dari Kecamatan Tamban yaitu Btl-305 (laki-laki 60 tahun). 

“Saat ini semua pasien menjalani isolasi mandiri di rumah terkecuali Btl-305 yang menjalani isolasi di Karantina KTM Marabahan,” papar wanita ramah itu.

Azizah yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola menerangkan, dengan adanya penambahan 11 pasien sembuh dan 4 pasien terkonfirmasi positif baru ini maka total pasien sembuh di Batola menjadi 138 orang. Sedangkan pasien terkonfirmasi positif menjadi 304 orang.

Selain menyampaikan tambahan pasien sembuh dan pasien positif, Jubir GTPP Covid-19 Batola ini juga melaporkan hasil pantauan, Sabtu (11/07/2020). Hingga pukul 12.54 wita, katanya, akumulasi (total keseluruhan) kasus covid-19 yang terjadi berjumlah 598 kasus atau bertambah 5 kasus dibanding sehari sebelumnya. 

Dari 598 kasus tersebut, urai dia, terdiri dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) 78 kasus, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2, Orang Tanpa Gejala (OTG) 214, dan Terkonformasi Positif 304 kasus.

Khusus terhadap 304 kasus terkonfirmasi positif, beber Azizah, dengan rincian sembuh 138 orang, meninggal 5, dan dirawat 113 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz 6 orang, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 6, Karantina SKB Marabahan 26, Karantina Provinsi 65, RS Bhayangkara Banjarmasin 6, RSUD Ulin Banjarmasin 2, RS Sari Mulia Banjarmasin 1, Karantina KTM Marabahan 1, serta isolasi mandiri 48 orang.

Sementara untuk 78 kasus ODP, wanita berhijab itu merinci, masing-masing berasal dari Kecamatan Marabahan 43 orang, Tamban 9 (Jelapat 1), Alalak 7 (Berangas 4 dan Semangat Dalam 3), Jejangkit 4, Belawang 4, Anjir Muara 3, Cerbon 2, Tabunganen 2, dan masing-masing 1 dari Bakumpai, Rantau Badauh, Anjir Pasar dan Mekarsari.

Sedangkan 214 OTG, menurut Azizah, berasal dari Kecamatan Marabahan 53 orang, Wanaraya 28, Alalak 25 (Semangat Dalam 19 dan Berangas 6), Anjir Muara 24, Tamban 23 (Jelapat 10), Belawang 18, Mandastana 13, Bakumpai 9 (baru 4 dan lama 5), Cerbon 7, Rantau Badauh 7, Tabunganen 4, Barambai 2, dan Mekarsari 1 orang. Untuk 2 kasus PDP masing-masing berasal dari Tamban dan Mekarsari.