Petani Desa Sido Makmur SP 1 Kecamatan Marabahan menggelar panen jagung hibrida, Selasa (11/08/2020). Panen di lahan 1 hektar milik Kelompok Tani (Poktan) Panca Dusun Karya Makmur ini dilakukan Bupati Barito Kuala (Batola), Hj Noormiliyani AS, Ketua DPRD Saleh, Kepala Balittra Provinsi Kalsel Hendry Sosiawan, Kapolres Batola Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif, Kajari La Kanna, unsur forkopimda lainnya/mewakili, Kepala Distan TPH Batola Murniati, Camat Marabahan Eko Purnama Sakti, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dari ubinan yang dilakukan, panen kali ini menghasilan 9,9 ton jagung kering panen per hektar atau 5,9 ton jagung kering giling per hektar. Keberhasilan ini tentu memberi kebahagian bagi Bupati Noormiliyani. Walau pun untuk capaian masih jauh dari yang ditargetkan.

Noormiliyani atas nama pemerintah dan pribadi menyatakan sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan petani Desa Sido Makmur melakukan panen jagung hibrida sebagai bukti selain padi ternyata jagung juga dapat tumbuh dan berkembang yang memberikan alternatif usaha dalam mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.“Saya berharap dengan telah dilakukannya panen jagung hibrida ini selain menjadi pertanda kemajuan sektor tanaman pangan juga akan membawa berkah dan harapan baru yang semakin meyakinkan warga untuk menjadikan lahan kosong sebagai lahan pertanian jagung,” harap Noormiliyani.

Karenanya, ia mengimbau para petani tidak ragu bekerja di sektor pertanian karena pemerintah akan selalu melakukan upaya maksimal dalam mendukung pengembangan. Terkait panen jagung yang dilakukan, mantan Ketua DPRD Kalsel itu menganggap, kegiatan sangat penting karena jagung merupakan komoditas sangat familiar bagi petani dan sedang digalakan Pemerintah Pusat melalui Kementan untuk menciptakan swasembada padi, jagung dan kedelai.

Menyikapi keberhasilan panen jagung, bupati wanita pertama di Kalsel itu, berharap dapat memacu semangat para petani untuk terus meningkatkan produksi agar berdampak kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Sementara kepada SKPD terkait ia minta untuk senantiasa memberikan pendampingan dan bimbingan secara teknis kepada para petani sehingga akan semakin memacu peningkatan hasil produksi dari waktu ke waktu.

Kepala Distan TPH Batola, Murniati menerangkan, Batola mendapatkan target tanam jagung cukup luas namun realisasinya masih sangat rendah. Kendalanya, selain keterbatasan lahan tipe B dan C (lahan yang cocok budidaya jagung) juga belum meratanya minat petani dalam memanfaatkan lahan sawahnya untuk budidaya jagung setelah panen di musim kemarau. Walau demikian, urai Murniati, secara keseluruhan hasil produksi tanaman jagung di Batola mengalami peningkatan cukup berarti.

Demikian pula luas tanam menunjukan kemajuan selama lima tahun terakhir.Murniati juga menyebut, selain jagung Batola juga punya target cukup besar untuk pengembangan kedelai. Ia mengatakan, budidaya kedelai bisa dilakukan melalui pola tanam tumpang sari yaitu dibudidayakan di bawah tanaman jagung.