Bupati Barito Kuala (Batola) Hj. Noormiliyani AS terpilih mewakili 100 kepala daerah lainnya se Indonesia untuk membacakan komitmen bersama dalam pencegahan anak kerdil (stunting) yang di inisiasi Sekretariat Wakil Presiden RI, Minggu (19/10/2020).

Masyarakat Barito Kuala patut berbangga karena Batola dalam hal ini Bupati Hj. Noormiliyani AS mendapat kesempatan membacakan komitmen bersama pencegahan anak kerdil (stunting) mewakili 100 kepala daerah lainnya di Indonesia. Bahkan Noormiliyani menjadi satu-satunya kepada daerah wanita yang membacakan komitmen ini. Sesuai arahan dari Sekretariat Wakil Presiden RI, video pembacaan komitmen ini akan ditayangkan saat rapat koordinasi teknis program percepatan pencegahan anak kerdil yang akan diselenggarakan secara virtual pada 21 hingga 22 Oktober.

Menurut rilis dari Sekretariat Wakil Presiden RI, Batola adalah salah satu Kabupaten yang menjadi lokasi prirotas program percepatan pencegahan stunting pemerintah pusat. Sebelumnya terdapat 260 kabupaten/kota yang menjadi lokasi prioritas, dan di tahun 2021 bertambah menjadi 100 lokasi prioritas yang didalamnya termasuk Batola. Sehingga perlu diadaknnya rapat koordinasi teknis yang nantinya akan dihadiri Wakil Presiden RI, 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari 34 provinsi, serta Bupati/Walikota dan 12 OPD dari 103 lokasi prioritas.

Noormiliyani yang tampil anggun dengan balutan busana daerah berwana kuning hijau saat sesi pengambilan video narasi komitmen bersama pencegahan stunting menyampaikan rasa bangganya. Dirinya mengaku bahwa ditunjuknya Batola sebagai perwakilan kabupaten/kota dalam pembacaan komitmen menunjukkan perhatian pemerintah pusat atas upaya pencegahan stunting di Batola selama ini. “Bahkan seluruh Kalimantan hanya Batola yang terpilih, semoga menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Batola, ” ungkap Bupati wanita pertama di Kalimantan Selatan ini.

Selepas sesi pengambilan video Noormiliyani berharap dengan masuknya Batola sebagai lokasi prioritas pemerintah pusat maka upaya serius Pemkab Batola dalam pencegahan stunting yang telah dilaksanakan selama ini akan semakin maksimal.

“Mudahan tidak ada lagi stunting di Batola, ” harap Noormiliyani. Perlu diketahui selain Bupati Barito Kuala yang menjadi perwakilan membacakan naskah komitmen bersama ini adalah Bupati Tapanuli Utara, Walikota Jakarta Barat, Bupati Wajo, dan Walikota Ambon. (Humpro Batola)