Selasa (24/11/2020) diselenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan pihak Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk rencana pembangunan Kawasan Perdesaan Agropolitan Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala (Batola).

FGD yang berlangsung di Aula Mufakat ini menghadirkan Kepala Sub Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan Wilayah III (Kalimantan) Ditjen PKP Kemendes PDTT Reno Budi Sasotyo.FGD ini sendiri dibuka Bupati Batola melalui Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony.

Setidaknya hingga 2025 terdapat 4 desa di Anjir Pasar tetap menjadi pusat kegiatan lokal promosi dengan fungsi pusat pengembangan hasil pertanian.Sudah sejak 2016 Desa Andaman, Andaman II, Pandan Sari dan Anjir Pasar Kota II ditetapkan sebagai kawasan perdesaan prioritas nasional tanaman pangan atau agropolitan.

Penetapan kawasan ini disebabkan sejumlah faktor. Diantaranya mayoritas lahan digunakan untuk pertanian serta berdekatan dengan Jalan Trans Kalimantan dan ibukota provinsi.

Bupati mengatakan, keberhasilan program ditentukan komitmen bersama pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat serta didukung pihak lain seperti perbankan. “Selama ini terdapat beberapa kegiatan yang terealisasi baik sarana prasarana dan modal kerja yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Anjir Pasar, bantuan combine harvester dari Pemerintah Pusat,” katanya melalui Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony.

Selain itu, tambahnya, BUMDesma juga telah bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Bulog, Pupuk Kaltim dan beberapa bank yang ada di Batola yang berjalan dengan baik. “Hingga saat ini senilai Rp15 miliar lebih (78 persen) program dan kegiatan yang direncanakan sudah terialisasi,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Batola, Zulkifli Yadi Noor menambahkan, berdasarkan rencana pembangunan kawasan perdesaan (RPKP) 2016-2020 kinerja matrik yang dicapai sudah menyentuh 78 persen menggunakan sumber dana dari APBDes, APBD kabupaten dan provinsi serta APBN.

Di antara pembangunan maupun rehabilitasi sentra produksi dan sentra industri pengolahan hasil pertanian, penerapan teknologi dan inovasi serta pengembangan kerjasama antar desa. Pencapaian itu sendiri membuat kawasan agropolitan Anjir Pasar ditetapkan berstatus mandiri oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Mengingat proses pembangunan bersifat jangka panjang, Batola dituntut harus memiliki dokumen RKPP terbaru yang berdurasi lima tahun sejak 2021 hingga 2025. “Penyusunan dokumen itu sendiri sudah dikerjakan selama dua bulan terakhir dan difinalisasi melalui FGD di Marabahan,” papar Zulkifli.“Ditargetkan sejak 2024, kawasan agropolitan Anjir Pasar menyandang predikat berdaya saing dengan capaian kinerja 75,28 persen,” imbuhnya.

RPKP 2021-2025 agropolitan Anjir Pasar lebih sederhana dibanding sebelumnnya. Namun terdapat sejumlah penekanan seperti penguatan modal BUMDes. Kemudian pendampingan akses pasar, pembangunan pasar kawasan, pembuatan pakan ternak dan pendistribusian bibit ternak itik serta pengadaan handtractor roda 4.