Pasca dilanda bencana banjir lebih dari satu bulan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menggelar rapat evaluasi, Senin (01/03/2021). Rakor yang digelar di Ruang Pertemuan Bupati ini dipimpin Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, Pj Sekda Abdul Manaf beserta sejumlah Kepala SKPD terkait.

Disampaikan Rahmadi, rapat kali ini guna membahas mengenai penanganan pasca banjir yang melanda sejumlah kecamatan. Karena di beberapa sektor perlu adanya perhatian dan perbaikan. Mengingat adanya kerusakan, ia pun meminta kepada SKPD terkait untuk melakukan pemetaan secara rinci, baik itu terkait infrastruktur, jalan, jembatan, pertanian, perikanan, pendidikan hingga sarana prasarana umum lainnnya. “Berdasarkan pemetaan itu nantinya kita ketahui mana yang harus ditangani pusat, pihak provinsi maupun pemkab Batola sendiri,” bebernya.

Terkait sejumlah kerusakan yang memang mendesak, pihaknya akan sesegera mungkin membenahi. Sebagai contoh jalan atau jembatan putus. Karena hal itu merupakan hajat orang banyak.

“Untuk pembiayaan mendesak semacam ini, kita gunakan dana tanggap darurat Belanja Tidak Terduga (BTT),” ucap Rahmadi saat ditemui di ruang kerjanya.

Adapun mengenai status banjir lanjut Rahmadi, hingga hari ini Batola telah berada pada masa peralihan atau transisi. Dari tanggap darurat banjir kepada status pasca banjir.Sebagaimana disampaikan BPBD Batola, status tanggap darurat banjir berakhir pada 26 Februari lalu.