Menyikapi dinamika perkembangan situasi dan kondisi aktual sosial politik dan kamtrantibmas, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar rapat koordinasi (rakor), Senin (05/04/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Batola ini dalam upaya pencermatan dan analisis serta evaluasi terhadap dinamika situasi dan kondisi tahun 2020 serta 2021 di Batola. Para anggota forkopimda di antaranya Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, Pj Sekda H Abdul Manaf, Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif SIK, Kajari Batola Eben Neser Silalahi, Kasdim 1005 Marabahan Mayor Inf Prio Budi Santoso, dan Kepala Badan Kesbangpol, Nor Ipani beserta staf.

“Selama tahun 2020 dan 2021 memang terdapat beberapa hal krusial yang perlu dilakukan evaluasi dan menjadi perhatian,” ucap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Batola, Nor Ipani.

Beberapa hal itu, lanjutnya, di antaranya terkait penanganan Covid-19, konflik lahan, pendirian rumah ibadah, praktik aliran keagamaan yang dianggap menyimpang, hingga pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel di wilayah Batola.

Khusus untuk tahun 2021, penanganan Covid-19 yang perlu mendapat perhatian, menurut Nor Ipani, terkait perspektif Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sementara terhadap penanganan konflik lahan, sebutnya, lantaran tidak dibarengi upaya penegakan hukum formal, maka konflik saling klaim kepemilikan lahan dimungkinkan bisa terulang kembali.

Selain sejumlah permasalahan ini, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menekankan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya aktivitas gerakan terorisme hendaknya juga harus menjadi perhatian.