Setelah mengunjungi sejumlah kecamatan lainnya, Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (20/09/2021), menggelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) di Kecamatan Alalak.

Sosialisasi yang diselenggarakan di Desa Belandean ini dilakukan langsung Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor.Didampingi Ketua Pokja 1 PKK, Camat Alalak M Sya’rawi, Kades Belandean, pihak DPPKBP3A, dan pihak KUA, Saras (panggilan Ketua TP-PKK Batola), ini menyampaikan materi edukasi dan pencegahan perkawinan anak di hadapan 35 peserta yang berasal dari unsur PKK desa, kecamatan, dan tokoh masyarakat.

“Sosialisasi ini dengan maksud memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak dan para remaja agar dalam merencanakan perkawinan sesuai ketentuan,” paparnya. Isteri Wakil Bupati (Wabup) Batola ini menuturkan, sesuai Undang-Undang 16/2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 maka usia perkawinan minimal 19 tahun bagi pria dan wanita.

Ia berharap, melalui sosialisasi yang dilaksanakan mampu menekan perkawinan anak usia dini agar resiko kematian ibu dan anak dapat berkurang di samping terpenuhinya hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang, di samping terpenuhinya pendampingan orangtua serta memberikan akses pendidikan setinggi mungkin.

Sosialisasi yang digelar di Desa Belandean ini juga melibatkan narasumber dari DPPKBP3A dan pihak KUA Kecamatan Alalak. DPPKBP3A melalui Kabid PPA dr Lisa Herawati memberikan materi terkait peran pengayoman keluarga. Ia mengatakan berdasarkan data statistik jumlah sebaran perkawinan anak di bawah umur di Batola relatif tinggi. “Kami mengharapkan sosialisasi ini dapat menurunkan jumlah perkawinan usia anak di bawah umur,” harapnya.

Sementara KUA Alalak, Syamsuddin, memberikan materi terkait problem dan tata hukum pernikahan di bawah tangan kepada para peserta.