*Peringatan Hari Ibu ke-95 tahun 2023 di Barito Kuala

DPPKBP3A dan TP. PKK. Kab. Barito Kuala selenggarakan Talkshow “Perempuan Berdaya dan Berkarya” pada Senin (11/12) dengan menggandeng narasumber Suharyanti Mujiyat, S. Sn., Dr. Rusdi Rusli, M. Psi., Dr. Nurhikmah, SH, MH, MM dan Suratno dalam rangka peringatan hari Ibu ke-95 tahun yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Talkshow “Perempuan Berdaya dan Berkarya” di Banjarmasin diikuti sejumlah 200 orang dari berbagai unsur diantaranya anggota DPRD Perempuan, Kepala SKPD Perempuan, Sekretaris SKPD Perempuan, Kepala desa/Lurah Perempuan, Anggota DWP, Ketua TP. PKK. Kecamatan, Satgas perlindungan perempuan dan anak (PUSPAGA), FAD/Gendre Indonesia Cab. Marabahan.

Terselenggaranya Talkshow ini diharapkan Suharyanti mampu memberikan pengetahuan dan informasi serta menjadi wadah diskusi perempuan-perempuan Batola tentang perempuan berdaya dan berkarya. Kemudian katanya, talkshow yang diikuti para Ibu-ibu mampu menjadi tempat bertukar informasi yang dikemas dengan suasana santai namun serius.

Berada di era moderenisasi dan digitalisasi, stigma masyarakat terhadap perempuan tidak lantas hilang, sering kali menurut Suharyanti perempuan masih dianggap bertindak secara emosional dan memiliki logika berpikir dibawah laki-laki, sehingga menurutnya perempuan sering kali dianggap tidak memiliki kapasitas untuk memimpin karena keputusannya dipengaruhi oleh perasaan serta dianggap rapuh dan tidak stabil.

Tantangan lain juga hadir dari peran ganda yang harus dijalankan oleh setiap perempuan. baik sebagai seorang wanita, isteri atau seorang ibu. Banyaknya peran yang dijalankan tersebut, kerap disalah artikan dengan minimnya fokus perempuan.

Stigma peran perempuan yang terbatas di masyarakat menjadi landasan dimana perempuan itu tidak hanya berdiam diri dan menerima, melainkan terus belajar tentang banyak hal baru. Diakui Suharyanti bahwa tidak sedikit kaum perempuan yang terkungkung dengan pola pikirnya sendiri. Salah satu bentuknya adalah ketidakpercayaan diri, hal semacam ini sangat mempengaruhi tingginya ketimpangan gender di masyarakat.

“Ibu memiliki peran penting dan strategis disegala sektor kehidupan, termasuk keluarga dalam mencetak generasi emas yang berkarakter, berakhlak mulia, berintegritas, berilmu, dan cerdas,” tandasnya. (Wke/Kominfo)