MARABAHAN – Ribuan jemaah hadiri peringatan Haul ke-131 Al Alimul Allamah Qadhi H. Abdush Shamad bin Al Alimul Allamah Mufti H. Jamaluddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sekaligus Milad ke-326 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan) berlangsung di Masjid Nurul Anwar, Marabahan, pada Selasa (28/07).
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Lukman Hakim, lantunan maulid dari Pondok Pesantren Mujahidin Marabahan, sambutan pihak keluarga oleh Guru H. Muhammad Mobarak, dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari oleh H. Safwansyah dan Qadhi H. Abdush Shamad oleh H. Nuzulul Khair, serta ditutup dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, dan Doa.
Dalam sambutannya, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Almarhum Qadhi H. Abdush Shamad merupakan sosok ulama besar kelahiran Marabahan yang menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat.
“Kita menyadari Kalimantan Selatan dibimbing oleh sosok-sosok ulama mulia seperti Datu Kalampayan dan keturunan beliau, termasuk Qadhi H. Abdush Shamad yang lahir di Marabahan. Beliau adalah tokoh pemuka agama yang mengayomi, memberikan ketenangan, serta petunjuk bagi kita semua. Semoga kita mampu meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran kebaikan yang telah beliau wariskan,” tutur Bupati H. Bahrul Ilmi.
Bupati juga mengapresiasi syiar Islam di Barito Kuala yang terus berkembang pesat dan mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dalam menghadiri majelis haul semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Prov. Kalsel, Pauji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Al Alimul Allamah Qadhi H. Abdush Shamad merupakan ulama besar yang menjadi cahaya bagi masyarakat Kalimantan dan Nusantara. Beliau tidak hanya mewariskan ilmu fiqih dan tauhid, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan kearifan dalam kehidupan bermasyarakat. Keteguhan, keikhlasan, dan kebijaksanaan para ulama ini menjadi modal besar dalam membangun Kalimantan Selatan yang maju, religius, dan sejahtera,” ungkapnya.
Turut hadir di Masjid Nurul Anwar Sekretaris Daerah Batola, jajaran Forkopimda Batola, Anggota DPR RI H. Pangeran Khairul Saleh, KH. Asgalani, Lc beserta keluarga besar zuriat Datu Kelampayan dan Qadhi H. Abdush Shamad Bakumpai, Wakil Ketua DPRD Batola, Kapolres Batola, Kepala Kantor Kemenag Batola, Ketua Baznas Batola, Ketua DWP Batola, Kepala Kemenag HST, Ketua Pengadilan Agama Marabahan, jajaran Pimpinan SKPD dan Instansi Vertikal, Pimpinan Perbankan, Ketua MUI Batola, Ketua Ormas Islam, tokoh masyarakat, serta ulama dan jemaah.

