Perilaku penjual dan pembeli di Pasar Selasa Marabahan, hari ini (26/5), terpantau ramai. Meski tidak sepadat hari pasar sepekan lalu, sebelum pelaksanaan hari raya Idul Fitri.

Kendati begitu, masih banyak di antara para penjual dan pembeli yang tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19.
Terpantau di beberapa titik, jika mereka, para penjual dan pembeli tersebut, berkerumun dan tidak mengenakan masker.
Padahal saat ini, Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga tanggal 29 Mei 2020 mendatang. Sebagaimana Imbauan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten yang dipimpinnya ini, semestinya bagi warga yang berada di luar rumah, lebih-lebih di pasar, sudah seharusnya tetap menjaga jarak dan selalu mengenakan masker.

Sementara itu, Jubir Tanggap Darurat Covid-19 Kabupaten Batola dr Hj Azizah Sri Widari sebagaimana dikutip Teras7 mengatakan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Ije Jela, hingga hari ini, masih berjumlah 61 orang. 

Dari 61 orang tersebut, baru 2 orang yang dinyatakan sembuh. Bahkan 1 orang telah meninggal dunia. Sementara 57 orang masih menjalani perawatan, dengan rincian; di RSUD Abdul Aziz Marabahan 8 orang, di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 3 orang, di lokasi Karantina SKB Marabahan 27 orang, dan di lokasi Karantina Provinsi 19 orang, dan sisanya 1 orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Berikut 61 orang pasien positif Covid-19 Batola tersebar di beberapa kecamatan: yakni Kecamatan Alalak dengan jumlah 19 (1 orang meninggal dunia). Disusul Kecamatan Barambai dengan jumlah 14 orang. Selanjutnya Kecamatan Wanaraya dengan jumlah 11 (2 orang dinyatakan sembuh). Lalu Mandastana dengan jumlah 6 orang. Kemudian Rantau Badauh dan Tabunganen dengan jumlah masing-masing 5 dan 3 orang. Diakhiri oleh Kecamatan Anjir Pasar, Tamban dan Cerbon dengan jumlah masing-masing 1 orang. 

Dari jumlah keseluruhan 61 pasien Covid-19 Batola ini, diketahui 30 di antaranya berjenis kelamin perempuan. Sementara sisanya, pasien berjenis kelamin laki-laki berjumlah 31 orang.

Azizah yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola itu menambahkan, selain 61 orang terkonfirmasi positif, saat ini di kabupaten yang memiliki 17 kecamatan ini, juga masih terdapat 40 orang ODP (Orang Dalam Pantauan) 89 orang OTG (Orang Tanpa Gejala), dan 3 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

ODP, paling banyak terdapat di Kecamatan Alalak dengan jumlah 20 (Semangat Dalam 19, Berangas 1). Tabunganen 5. Marabahan 4. Rantau Badauh dan Jelapat dengan jumlah masing-masing 3. Tamban 2. Diakhiri dengan Cerbon, Wanaraya dan Anjir Muara dengan jumlah masing-masing 1 orang.
Sementara untuk OTG, paling banyak juga tersebar di kecamatan Alalak dengan jumlah 39 orang (Semangat Dalam 29, Berangas 10). Disusul Rantau Badauh 13. Tamban 11. Tabunganen dan Marabahan dengan jumlah masing-masing 7 orang. Mandastana 6. Barambai 3. Anjir Pasar 2. Cerbon (Bantuil) 1 orang.
Untuk PDP yang berjumlah 3 orang tersebut, tersebar di Kecamatan Alalak, Marabahan dan Anjir Pasar dengan jumlah masing-masing 1 orang. Teras7/humpro