Setelah 11 hari berlalu, muncul wacana agar Barito Kuala (Batola) melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga jilid II.
Pelaksanaan PSBB di Batola dimulai sejak 16 Mei pukul 00.01 Wita.

Pembatasan pergerakan warga ini meluncurkan salah satu solusi memutus rantai distribusi Covid-19.
Namun seiring perkembangan dan evaluasi, masih ada kekurangan yang dibenahi. Pun belum semua masyarakat sadar dan berhasil menerapkan protokol pendaftar Covid-19.

Lantas dalam rapat evaluasi PSBB yang diikuti semua pihak terkait dan berlangsung hingga malam, Rabu (27/5), muncul wacana agar Batola melakukan PSBB jilid II.
“Memang masih ada estimasi kekurangan selama 11 hari pelaksanaan PSBB. Seperti jadwal pemeriksaan, termasuk sarana dan prasarana,” papar Wakil Bupati H Rahmadian Noor seperti dikutip apahabar.com.
“Hasil evaluasi ini selanjutnya disampaikan kepada Bupati Batola sebagai bahan penilaian untuk menerima PSSB atau cukup hanya sekali,” sambungnya.

Seandainya diputus untuk memulai, PSBB jilid kedua mulai 30 Mei atau beberapa jam setelah PSBB jilid I selesai 29 Mei 2020.
Dibandingkan jilid I, dilakukan sedikit penyelesaian dalam pelaksanaan PSSB jilid II. Kendati tetap edukasi dan sosialisasi, tak tertutup namun diberikan sedikit sentuhan hukum.
“Setelah menyelesaikan pendidikan yang lebih baik dan sosialisasi, masyarakat telah menyetujui peraturan PSSB,” beber Rahmadi.
“Seandainya kemudian terjadi tindakan hukum, itu artinya terjadi hal-hal luar biasa. Pertanyakan kami tetap mengedepankan sikap persuasif dan humanis,” tegasnya.

Disamping teknis persetujuan kepada masyarakat, PSBB jilid II juga menyetujui menggeser check point ke pusat paling banyak potensi penyebaran seperti pasar.
“Akses bebas ke pendidikan, akses ke pasar tidak diatur. Akses pedagang dan pembeli diatur, kemudian dilaksanakan tes cepat,” sahut Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno.
“Juga dilakukan pembenahan di perbatasan yang tidak ter-cover, terutama jalur udara. Padahal jalur itu langsung terhubung ke Banjarmasin,” tandasnya.

Hingga kini Batola mengonfirmasi 61 pasien positif dan 57 di disetujui masih dalam perawatan. Sementara Pasien Dalam 3 Pengawasan.
Potensi mempertimbangkan pasien positif masih terbuka, mempertimbangkan 89 Orang Tanpa Perbedaan (OTG) dan 40 Orang Dalam Pengawasan (ODP). apahabar.com/humpro