Setelah menggelar Rapid Test Massal di Pasar Baru Marabahan, Kamis (04/06/2020), Tim Gugus Tugas Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menggelar kegiatan yang sama di Pasar Wangkang Marabahan, Sabtu (06/06/2020).

Kali ini pedagang dan pengunjung yang menjadi target sasaran 100 orang. Namun dalam pelaksanaannya hanya diikuti 92 orang dengan diperoleh hasil 19 reaktif masing-masing 18 ber-KTP Marabahan dan 1 ber-KTP Barambai.

Ke-19 pedagang yang reaktif ini langsung dilakukan tes swab bersama 7 pedagang Pasar Baru Marabahan yang juga reaktif saat menjalani tes dua hari sebelumnya.

Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor saat memantau pelaksanaan menerangkan, digelarnya rapid test massal dalam upaya melakukan tracing (pelacakan) terhadap warga yang mungkin terpapar virus corona (covid-19). 

“Pasar merupakan salah satu yang menjadi sasaran pelaksanaan rapid test massal,” katanya sembari menyebutkan dua hari sebelumnya juga dilakukan rapid test massal di Pasar Baru Marabahan dengan hasil reaktif 7 orang dari 300-an yang dites. 

Wabup yang akrab disapa pak Rahmadi itu menambahkan, tujuan digelarnya rapid test massal untuk melakukan detiksi dini dengan harapan setelah diketahui mereka dengan segera bisa dilakukan isolasi supaya tidak terjadi penularan. 
“Intinya digelarnya kegiatan ini dalam rangka menekan terjadinya penyebaran,” ungkap wabup.

Menyinggung tindakan terhadap mereka yang reaktif, mantan anggota DPRD Batola itu menyatakan, sambil menunggu hasil test swab akan dilakukan isolasi. 
“Kita telah siapkan sejumlah tempat isolasi baik yang ada di Batola seperti di SKB Marabahan, Mess KTM Marabahan, di Kecamatan Alalak, serta terdapat lokasi karantina provinsi di Banjarbaru,” paparnya. 

Sementara itu, dari laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 di Batola kembali terjadi penambahan. Juru Bicara (Jubir) Tanggap Darurat Covid-19 Batola, dr Hj Azizah Sri Widari menyatakan, hingga Sabtu (06/06/2020) pukul 12.30 wita keseluruhan kasus covid-19 di Batola berjumlah 313.

Dari total itu, jelas dia, terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) 58 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 6, Orang Tanpa Gejala (OTG) 162, dan Terkonfirmasi Positif 87 orang dengan rincian sembuh 4 orang, meninggal 1, dirawat 72 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz Marabahan 10, di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 4, di Karantina SKB Marabahan 29, di Karantina Provinsi 28, di Karantina Mess KTM 1 orang, dan isolasi mandiri 10 orang. 

Untuk 58 ODP, beber Azizah, masing-masing dari Kecamatan Alalak 27 orang (Semangat Dalam 12 dan Berangas 15), Marabahan 9 orang (5 baru dan lama 4), Tabunganen 5, Kuripan 3, Lepasan 3 (Bakumpai), Tamban 3 (Jelapat 1), Cerbon 2, Rantau Badauh 2, Wanaraya 1, Belawang 1, Anjir Muara 1, dan Anjir Pasar 1 orang. 

Yang mengagetkan, untuk 162 kasus OTG ternyata 68 orang berasal dari Kecamatan Marabahan, disusul Alalak 30 (20 Semangat Dalam dan Berangas 10), Wanaraya 14, Tamban 11, Tabunganen 7, Mandastana 6, Barambai 6, Bantuil (Cerbon) 5, Rantau Badauh 4, Belawang 4, Anjir Pasar 4, dan Lepasan (Bakumpai) 3. 

Sedangkan 6 orang PDP masing-masing berasal dari Kecamatan Marabahan 3 orang, Wanaraya 2, dan Mandastana 1 orang.