Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Barito Kuala (Batola) kembali merilis hasil pantauan, Sabtu (18/07/2020).

Kali ini informasinya sangat menggembirakan, 18 pasien terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh.
Yang melegakan, dari 18 pasien sembuh ini terdapat pasien paling awal mengalami paparan virus corona di Batola yaitu Btl-02.


Pasien wanita (39 tahun) dari Kecamatan Wanaraya ini dinyatakan terkonfirmasi positif sejak 12 April 2020 lalu bersama dua pasien laki-laki dengan inisial Btl-03 (50 tahun) dan Btl-04 (60 tahun) yang juga dari Wanaraya.


Btl-02 diduga kuat terkonfirmasi positif akibat melakukan kontak erat dengan suaminya Btl-01 (48 tahun) yang juga terkonfirmasi positif dan telah sembuh 25 April 2020 setelah dirawat 15 hari di RSUD Abdul Aziz Marabahan.


Btl-02 sempat menjalani proses perawatan cukup lama. Sebelumnya ia sempat menjalani isolasi mandiri di rumah dan rangkaian lainnya. Namun karena tidak menunjukan gejala perkembangan tim pun melakukan karantina di SKB Marabahan. 
Setelah melalui perjalanan lebih tiga bulan, tepatnya 97 hari, ia akhirnya sembuh. Btl-02 diperbolehkan pulang bersamaan 17 pasien sembuh lainnya.


Juru Bicara Tanggap Darurat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Batola, dr Azizah Sri Widari melaporkan, 18 pasien terkonfirmasi positif yang sembuh kali ini selain dialami Btl-02 dari Wanaraya juga terdapat sembilan dari Marabahan, dua Rantau Badauh, dua Alalak, dua Anjir Muara, satu Bakumpai, dan satu dari Belawang.


Untuk sembilan dari Marabahan, urai Azizah, masing-masing dialami Btl-160 (wanita 41 tahun), Btl-165 (laki-laki 32 tahun), Btl-166 (wanita 37 tahun), Btl-167 (laki-laki 42 tahun), Btl-168 (wanita 34 tahun), Btl-169 (wanita 23 tahun), Btl-174 (wanita 43 tahun), Btl-177 (wanita 37 tahun) dan Btl-243 (laki-laki 46 tahun). 
“Selain Btl-177 yang berasal dari pemantauan Tim Karantina Khusus BPSDM Banjarbaru, semua pasien sembuh dari Marabahan ini berasal dari pemantauan Tim Karantina Khusus SKB Marabahan,” ucapnya.


Terkait dua pasien sembuh dari Rantau Badauh yang juga berasal dari pemantauan Tim Karantina Khusus SKB Marabahan, menurut Kadinkes Batola itu, masing-masing dialami Btl-196 (wanita 65 tahun) dan Btl-265 (laki-laki 67 tahun). 
Sementara dua dari Alalak, lanjutnya, dialami Btl-217 (laki-laki 51 tahun) yang semula dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin dan Btl-299 (laki-laki 42 tahun) yang menjalani karantina khusus di Asrama Haji Banjarbaru. 


Untuk dua pasien dari Anjir Muara berasal dari pemantauan Karantina Khusus Bapelkes Banjarbaru, menurut wanita ramah itu, masing-masing dialami Btl-205 (wanita 43 tahun) dan Btl-259 (laki-laki 39 tahun). 
Sedangkan dua lainnya masing-masing dialami Btl-202 (wanita 55 tahun) dari Belawang yang tadinya dalam pemantauan Tim Covid-19 Karantina Khusus Bapelkes Banjarbaru dan Btl-300 (wanita 20 tahun) dari Bakumpai yang juga berasal dari pemantauan Tim Covid-19 Karantina Khusus SKB Marabahan. 


“Dengan tambahan 18 pasien ini maka total pasien sembuh di Batola saat ini menjadi 182 orang,” ucap Azizah. 


Azizah juga melaporkan hingga Sabtu (18/07/2020) pukul 12.57 wita, total keseluruhan kasus Covid-19 di Batola mencapai 654 kasus atau bertambah 6 kasus dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya mencapai 648 kasus.


Total 654 kasus ini, rinci dia, terdiri dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) 80 kasus (bertambah 3 dari sehari sebelumnya), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 4 (bertambah 1), Orang Tanpa Gejala (OTG) 246 (bertambah 2), dan Terkonfirmasi Positif 324 (tetap). 


Untuk 324 kasus Terkonfirmasi Positif, urai Azizah, terdiri dari sembuh 182 orang, meninggal 5, dirawat 85 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz Marabahan 5 orang, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 4, Karantina SKB Marabahan 22, Karantina Provinsi 42, RS Bhayangkara Banjarasin 6, RSUD Ulin Banjarmasin 1, RS TPT Banjarmasin 1, Karantina KTM Marabahan 1, Karantina Kecamatan Alalak 3, serta isolasi mandiri 52 orang.