Duka yang menggelayuti warga Banjarbaru juga dirasakan Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Walikota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, wafat setelah berjuang melawan Covid-19, Senin (10/08/2020). Selanjutnya jenazah dimakamkan di Taman Makam Bahagia Banjarbaru.

Duka pun merasuki warga Banjarbaru, termasuk teman, keluarga dan kerabat terutama anak dan Ririen Kartika Rini yang merupakan isteri almarhum. Ketika mengantar jenazah suami ke pemakaman, Ririen diantar menggunakan kursi roda. Masker yang dikenakan perempuan berusia 47 tahun itu terlihat basah.

Tidak cuma orang-orang di sekitar almarhum, duka juga dirasakan Noormiliyani. Bupati Batola ini mengaku terakhir kali bertemu Nadjmi di Plaza Smart City Menara Siring Banjarmasin, tepatnya 10 Maret 2020. “Saat itu kami sama-sama menerima penghargaan dari Ombudsman Perwakilan Kalsel atas kinerja positif dalam sektor pelayanan publik,” kenang Noormiliyani.“Atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat Batola saya mengucapkan innalillahi wainnailaihi raaji’un atas berpulangnya salah seorang putera terbaik Kalimantan Selatan H Nadjmi Adhani,” lanjutnya.

Noormiliyani juga mendoakan semoga kesalahan dan kekhilafan almarhum mendapat ampunan Allah dan husnul khatimah. Sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, terkhusus kepada isteri almarhum Ririen Kartika Rini.Ucapan belasungkawa juga disampaikan Wakil Bupati Barito Kuala H Rahmadian Noor. Atas nama pribadi, keluarga, dan masyarakat Batola ia mengucapkan turut berduka cita atas meninggalkan H Nadjmi Adhani. “Semoga beliau diberikan ampunan dan diterima segala amal ibadah oleh Allah SWT,” panjatnya.

Sedangkan kepada masyarakat, terkhusus masyarakat Barito Kuala, Rahmadi mengingatkan bahwa wabah Covid-19 itu memang fakta adanya dan salah satu bukti dengan berpulangnya putera terbaik Kalsel yakni Nadjmi Adhani.Untuk itu ia mengimbau masyarakat selalu mewaspadai penyebaran Covid-19 dengan senantiasa menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan pakai sabun, serta menghindari kerumunan dari berbagai aktivitas sehari-hari baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat, termasuk dalam melaksanakan berbagai hajatan dan perkawinan.