Setelah 2 hari tak ada pasien sembuh dan hanya konfirmasi positif (kasus konfirmasi) bertambah, Senin (24/08/2020) hari ini, giliran pasien sembuh bertambah sedangkan kasus konfirmasi nihil. Penambahan pasien sembuh kali ini cukup signifikan mencapai 10 orang.“Pada hari ini tak ada data pasien baru kasus konfirmasi. Sedangkan kesembuhan terdapat 10 orang,” papar Juru Bicara (Jubir) Tanggap Darurat Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola), dr Hj Azizah Sri Widari.

Azizah yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola itu mengutarakan, 10 pasien sembuh kali ini berasal dari Kecamatan Alalak 9 orang dan 1 orang dari Kecamatan Mandastana. Untuk 9 pasien dari Alalak, urai wanita ramah itu, masing-masing dengan inisial Btl-377 (laki-laki 59 tahun), Btl-405 (wanita 24 tahun), Btl-437 (wanita 37 tahun), Btl-451 (laki-laki 35 tahun), Btl-457 (laki-59 tahun), Btl-458 (wanita 47 tahun), Btl-470 (laki-laki 15 tahun), Btl-489 (laki-laki 59 tahun), dan Btl-493 (laki-laki 10 tahun). Sedangkan dari Kecamatan Mandastana dengan inisial Btl-491 (laki-laki 27 tahun). “Pasien-pasien yang semula dalam pemantauan Tim Covid-19 kecamatan itu kini sedangkan menjalani isolasi mandiri di rumah 14 hari untuk menjaga kesehatan,” tutur Azizah.

Selain menyampaikan kesembuhan 10 pasien sembuh, Azizah juga menyampaikan laporan hasil pemantauan harian kasus Covid-19. Hingga pukul 13.05 wita keseluruhan kasus yang terjadi di Bumi Ije Jela ini mencapai 839 orang atau bertambah 1 orang jika dibanding Minggu (23/08/2020) yang berjumlah 838 orang.Dari 839 keseluruhan kasus yang terjadi rinci dia, terdiri dari suspek/ODP 51 orang (berkurang 1 orang), probable/PDP kosong (berkurang 1 orang), kontak erat/OTG 252 (bertambah 3 orang), dan kasus konfirmasi/konfirmasi positif 536 (tetap).

Khusus terkait kasus konfirmasi yang berjumlah 536 orang rinci wanita berhijab itu, terdiri dari sembuh 402 orang, meninggal 6 orang, isolasi mandiri 75 orang, dan dirawat 53 orang masing-masing di RSUD Abdul Aziz Marabahan 1 orang, Karantina SKB 1 orang, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin 2 orang, RS Bhayangkara Banjarmasin 3 orang, RSUD Ulin Banjarmasin 2 orang, dan Karantina Provinsi 44 orang.