Luar biasa, tak hanya siang hari, Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola) juga menggelar aksi di malam hari. Kegiatan dilakukan dalam rangka turut serta memberikan penertiban dan penyadaran kepada masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Seperti yang dilakukan, Rabu (23/09/2020), dengan dipimpin langsung Sekretaris Tim KIE GTPP Covid-19 Batola Hery Sasmita, tim yang terdiri beberapa unsur seperti Diskominfo, Bagian Humas dan Protokol Setda Batola, Dinas Kesehatan, BPBD dan Satpol-PP beraksi di perempatan lampu merah antara Jalan AES Nasution dan Jl Veteran Marabahan.“Aksi ini dilakukan agar lebih memaksimalkan upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat sesuai ketentuan Perbup Nomor 54 Tahun 2020,” tutur Hery Sasmita.

Dengan mengenakan baju dan topi biru-biru bertuliskan Tim KIE GTPP Batola berjaga di perempatan jalan dalam Kota Marabahan itu. Dilengkapi toa tim memberikan sosialisasi Peraturan Bupati Nomr 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Tim mengingatkan, bagi masyarakat yang melanggar ketentuan akan diberikan sanksi mulai teguran lisan, perintah keharusan memakai masker, perintah tidak melanjutkan perjalanan, melaksanakan kerja sosial membersihkan fasilitas umum, serta melakukan gerakan push up maksimal 20 kali, melaksanakan gerakan jungkuk berdiri maksimal 20 kali, menjawab pertanyaan tentang lambang, dan/atau simbol-simbol negara dan/atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam aksinya, tim ketika menjumpai warga yang tidak mengenakan masker acapkali menerapkan sanksi hanya berupa teguran lisan serta melakukan gerakan push up. Setelah diberikan masker warga yang terkena sanksi dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Sekretaris Tim KIE yang juga Kabag Humpro Setda Batola Hery Sasmita mengatakan, Tim KIE bergerak sesuai niat awal pembentukan dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat secara humanis dan persuasif agar menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kami tidak melakukan penindakan. Kami lebih kepada edukasi sesuai dengan permintaan Bupati Batola. Semua harus dilakukan dengan humanis dan persuasif,” ujarnya.

Tabri, salah seorang warga yang dihukum push up karena tidak mengenakan masker mengaku jera. Pekerja serabutan ini mengaku mendapat pemahaman lebih dari Tim KIE bukan hukuman semata namun banyak hal yang didapatkan terkait edukasi yang disampaikan tim.