* Giliran Pasar Semangat Dalam Disasar Tim KIE

Tim Komunikani Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (30/09/2020), menggelar sosialisasi protokol kesehatan di Kecamatan Alalak.Dengan dilengkapi pengeras suara tim yang berunsur SKPD terkait seperti Diskominfo, Humpro, BPBD, Dinkes, dan Satpol-PP ini menyasar Pasar Semangat Dalam Kelurahan Handil sekaligus melakukan pemantauan dan evaluasi setiap warga yang beraktivitas dengan mengitari seluruh sudut pasar sembari memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.Tim juga mensosialisasikan penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Kehadiran tim yang mengenakan seragam dan topi biru-biru bertuliskan Tim KIE GTPP Batola sempat membuat warga kaget. Mereka yang semula seadanya mrnggunakan masker bahkan sebagian tak mengenakan bergegas merapikan masker yang mereka gunakan. Koordinator Tim KIE Candra Wijaya mengingatkan seluruh warga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 terkait Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.Kabid Kesehatan Masyarakat itu menyatakan bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, perintah keharusan memakai masker, perintah untuk tidak melanjutkan perjalanan, atau melakukan gerakan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara, atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam aksi kali ini tim juga menyasar sejumlah warung makan dan menanyakan sarana cuci tangan yang mempergunakan sabun. Dari pantauan yang dilakukan sekitar 60 persen warung dan tempat jualan menyediakan sarana cuci tangan yang dilengkapi sabun, sedangkan sisanya menyediakan galon namun tidak dilengkapi sabun. Koordinator Tim KIE, Candra Wijaya yang diminta tanggapan soal evaluasi yang dilaksanakan di Pasar Semangat Dalam menyatakan, sekitar 95 persen pedagang dan pembeli di pasar tersebut telah menggunakan masker, baik jenis masker disposible, masker kain, maupun jenis scuba.Menyangkut physical distancing di pasar itu Candra menilai sudah cukup baik. Namun ia menyarankan untuk lebih efektifnya jika mungkin ke depannya perlu batas yang jelas antara tempat jualan dengan jalur lalu lintas serta dibutuhkan penataan yang lebih rapi.Khusus terhadap ketersediaan sarana cuci tangan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Batola itu berpandangan walau sudah tersedia namun dirasa masih perlu tambahan tandon yang mudah diakses. Mengingat pengunjung di pasar tersebut cukup banyak.