* Digelar Maulid dan Syukuran 3 Tahun Kepemimpinan

Puluhan ASN memenuhi Aula Selidah Kantor Bupati Barito Kuala (Batola), Rabu (11/11/2020) pagi. Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah sekaligus Syukuran 3 Tahun Kepemimpinan Bupati Hj Noormiliyani AS dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

Acara yang juga dihadiri Pj Sekda H Abdul Manaf dan isteri Hj Fidriana, seluruh anggota forkopimda, pimpinan SKPD, para camat beserta isteri, pimpinan perbankan dan kelompok pengajian Ummul Khadijah ini juga dirangkai penyerahan bantuan kepada 6 tempat ibadah yakni Mesjid Imam Ghazali Desa Bantuil Kecamatan Cerbon Rp50 juta, Mesjid Jami Al-Anwari Mujahidin Desa Dahirang Kecamatan Cerbon Rp40 juta, Mushalla Ar-Rahman Desa Purwosari I Tamban Rp25 juta, Mesjid Baiturrahman Desa Barunai Baru Anjir Pasar Rp15 juta, Langgar Muhajirin Desa Andaman II Anjir Pasar Rp10 juta, dan Majelis Ta’lim Miftahul Jannah Desa Purwosari Baru Km 8 Tamban Rp10.750.000.

Peringatan maulid di lingkungan Setdakab Batola dengan menghadirkan penceramah Ustadz H Zainal Abidin SPdI dari Banjarmasin ini terlebih dahulu berisi pembacaan syair maulid dan pembacaan ayat suci Alquran. Didampingi Wakil Bupati H Rahmadian Noor dan isteri Hj Saraswati Dwi Putranti, Bupati Hj Noormiliyani AS mengucapkan terima kasih kepada semua hadirin yang berkenan mengikuti Peringatan Maulidurrasul 1442 H sekaligus syukuran atas 3 tahun kepemimpinannya bersama Wabup H Rahmadian Noor.

Di kesempatan acara ini, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu, selain menyinggung pelaksanaan peringatan maulid juga menyinggung perjalanan 3 tahun kepemimpinannya bersama wabup terutama terkait dengan program kerja. Ia mengharapkan, ke depan dalam menyusun dan menjalankan program agar menumbuhkan partisipasi masyarakat. “Tahun 2020 ini menjadi tahun penuh tantangan karena banyak pengalihan anggaran dalam kaitan penanganan Covid-19 yang dibuktikan dengan tingkat keberhasilan penanganan hingga mencapai 94,78 persen,” paparnya.

Terkait program dan kegiatan, bupati wanita pertama di Kalsel itu mengharapkan, ke depan supaya dilakukan evaluasi secara periodik. Ia menghendaki program yang lebih diprioritaskan terutama yang memberi manfaat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai lini kehidupan termasuk kebutuhan para petani.

“Di era digital sekarang menuntut efisiensi dan transparansi dalam berbagai program yang dibuat,” ucapnya sembari menekankan program yang direncanakan juga harus sesuai Visi Misi Batola Setara (Membangun Desa Menata Kota Menuju Masyarakat Sejahtera) di samping tetap menjaga keharmonisan. Mengingat, lanjutnya, dengan terus menjaga keharmonisan maka Batola akan terus mengalami kemajuan.