Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor mengajak masyarakat untuk bersedia dan tidak ragu divaksin karena vaksin dipastikan aman dan halal serta berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan Covid-19.

“Saya tegaskan bahwa vaksin ini sudah dinyatakan aman oleh WHO dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tegasnya sesaat setelah menjalani vaksinasi di sela Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tingkat Kabupaten Batola, di Aula Selidah, Kamis (04/02/2021) pagi.

Wabup yang akrap disapa Rahmadi itu menerangkan, penerapan vaksin bagi masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini tingkat sebaran kembali melonjak.

Wabup menerangkan, pada tahun 2021 ini Batola boleh dibilang memasuki tahap second wave (gelombang kedua), mengingat lonjakan yang terjadi cukup drastis. Untuk bulan Pebruari hingga tanggal 5 saja, sebutnya, terjadi penambahan 54 orang pasien positif (kasus konfirmasi). Itu pun warga yang di-tracing (yang dilakukan penelusuran dan pelacakan) hanya kepada orang yang mengalami kontak erat maupun pihak anggota keluarga namun tidak dilakukan terhadap masyarakat secara menyeluruh.

Terlebih saat ini Batola sedang dilanda banjir yang menyebabkan warga, khususnya bagi yang terdampak baik yang berada di permukiman maupun di penampungan, nyaris tak lagi memperhatikan protokol kesehatan (prokes) lantaran lebih mengutamakan penyelamatan bencana banjir. Dari kenyataan inilah, wabup memandang, kegiatan vaksinasi yang dicanangkan ini merupakan momen yang sangat tepat. Di samping sebagai bukti pemerintah telah melaksanakan tugas, fungsi serta tanggungjawab dalam rangka memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat.

Kendati vaksin yang diberikan tidak sepenuhnya membuat kebal terhadap paparan Covid-19 namun setidaknya mampu meminimalkan dampak terhadap serangan sehingga tidak menimbulkan akibat yang lebih berat.

Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Batola ini ditandai pemberian vaksin kepada Wakil Bupati H Rahmadian Noor, jajaran forkopimda, perwakilan kemenang, perwakilan MUI, dan Ketua KNPI Batola. Pemberian vaksin juga dilaksanakan kepada 19 pejabat struktural di Dinas Kesehatan Batola, 14 pejabat struktural RSUD H Abdul Azis Marabahan, dan 11 orang dari organisasi profesi.

Mereka yang divaksin terlebih dahulu dilakukan pendaftaran dan screening (seleksi). Jika dinyatakan memenuhi baru dilakukan penyuntikan vaksin dan pencatatan serta diberikan kartu vaksin. Sembari menunggu 30 menit atas reaksi peserta juga diedukasi serta antisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) terhadap kemungkinan terjadi inflamasi dan tanda kemerahan pada area bekas suntikan.