Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) merupakan bentuk perjuangan dalam membangun jiwa bangsa yang merdeka dalam mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan prilaku. Demikian diutarakan Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim GNRM di Hotel Prima Marabahan, Selasa (09/11/2021).

“Sesuai Inpres Nomor 12 Tahun 2016 GNRM menyasar perubahan lima corak nasional gerakan Indonesia melayani (GIM), gerakan Indonesia bersih (GIB), gerakan Indonesia tertib (GIT), gerakan Indonesia mandiri (GIMa), dan gerakan Indonesia bersatu (GIBe),” katanya kepada peserta rapat yang juga dihadiri Kepala Kesbangpol Provinsi/mewakili, Plt Kepala Badan Kesbangpol Batola Suyud Sugiono, Ketua MUI Batola KH Ahmad Jiansi Majedi, Sekretaris Dadishub Batola Joko Sumitro, SKPD terkait, dan lainnya.

Lebih jauh Noormiliyani mengutarakan, gerakan revolusi mental merupakan upaya kolektif bangsa Indonesia baik penyelenggara negara, dunia usaha, maupun masyarakat untuk mewujudkan perilaku baru yang berorientasi pada kemajuan melalui internalisasi nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental.

Pembangunan revolusi mental sendiri, sebut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, dilanjutkan melalui revitalisasi revolusi mental yang lebih spesifik pada enam bidang utama seperti pendidikan, tata kelola pemerintahan, sistem sosial, pusat perubahan, ekonomi kerakyatan, dan pembinaan ideologi Pancasila.

“GNRM ini dapat dijadikan sebagai dasar utama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang diharapkan juga memberikan dampak dan manfaat terhadap kemajuan daerah,” tuturnya. Karenanya bupati perempuan pertama di Kalsel ini memandang Rakor GNRM ini sangat penting. Untuk itu ia berharap kepada seluruh komponen peserta untuk ikut serta mensukseskan gerakan ini.