Bupati Kabupaten Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS tanam porang bersama bersama petani di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Wanaraya, Kamis (11/11/2021). Didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan-TPH) Batola Murniati, Kajari Batola E Nezer Silalahi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kepala Disbunnak) Batola Suhartono Susanto, Kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Kepala DKPP) Batola Rahmanuddin, Camat Wanaraya Selamat Riyanto, para petani porang dan kades se-Kecamatan Wanaraya.

Melalui sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Batola menyampaikan bahwa tanaman porang ini memiliki nilai ekonomis tinggi. “Per kilonya bisa sampai Rp7.000 – Rp8.000 rupiah. Belum lagi dengan daya tahan tanaman yang kuat dan bisa ditanam tumpang sari bersama tanaman produktif lain seperti jagung lombok dan sebagainya,” ungkap Murniati.

Murniati menambahkan bahwa di Wanaraya rencananya terdapat 42 Hektar lahan yang akan ditanam porang dengan lahan yang telah ditanami porang seluas 30 hektar. “Dengan masa tanam yang relatif singkat yaitu satu tahun, serta perawatan yang minim. Tanaman ekspor ini tentu menjanjikan,” tambah Murniati. Selanjutnya, Murniati berharap para petani bisa mempertahankan budidaya porang dengan tidak menggunakan pupuk kimia atau pun bahan kimia lainnya. “Porang ini merupakan produk ekspor, jadi sangat dijaga ketat kualitasnya. Sehingga saya berharap para petani bisa menjaga kadar kimia dalan porang ini seminimal mungkin,” ucapnya.

Bupati mengucapkan rasa gembira dan syukur atas semangat dan kemauan dari para petani di Desa Sumber Rahayu ini. Hal ini terbukti dengan upaya para petani mengembangkan komiditi pertanian baru yang memiliki nilai ekonomis tinggi yakni porang ini. “Kita sama-sama berharap tanaman porang ini dapat tumbuh dan berkembang baik sehingga dapat memberikan alternatif usaha kepada masyarakat setempat,” tambah Bupati.

Disebutkan, porang yang masuk jenis tanaman umbi-umbian ini memiliki berbagai manfaat. Seperti sebagai bahan baku kosmetik maupun sebagai bahan pangan alternatif. “Porang ini juga bisa mendukung program nasional yaitu swasembada pangan mengingat tingginya nilai gizi porang ini,” ungkap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini. Ketua Aliansi Porang Indonesia (ASPI) Kabupaten Barito Kuala Trisno Subroto menyampaikan, para petani di Desa Sumber Rahayu sudah melakukan uji coba penanam porang sejak 2019 lalu. “Kita coba-coba ternyata menjanjikan. Para petani malah berani mengambil pinjaman KUR dari BNI untuk modal perluasan pertanian,” katanya.

Kemampuan daya tahan porang menurut Trisno Subroto seperti layaknya singkong.”Kalau ditanah itu singkong bisa tumbuh, maka porang pasti bisa tumbuh. Jadi sangat mudah merawatnya, sementara harga jualnya cukup menjanjikan,” tambahnya. Kegiatan tanam bersama ini kemudian ditutup dengan dialog antara para petani langsung dengan Bupati Hj Noormiliyani AS dengan Kadistan Murniati bertindak sebagai moderator.