Marabahan – tim Media Center Diskominfo Barito Kuala dan RSPD Ijejela 100 FM melangsungkan sesi wawancara bersama Ketua KPU Rusdiansyah, S.P di ruang kantor pusat KPU Barito Kuala rabu, (20/12) membahas tentang persiapan dalam rangka menghadapi Pemilu, Pileg serta Capres pada 2024 mendatang.
Rusdiansyah mengatakan tim KPU sudah melewati beberapa tahapan penting yang bisa dikatakan tahapan kursial. Pertama, sudah menentukan jumlah partai politik berjumlah 18 partai yang siap bertarung meramaikan Pemilu ditahun 2024 mendatang.
Kedua, adalah menyangkut jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) yang dulunya ada empat kemudian mengusulkan di KPU RI yakni ada masukan tiga pilihan alternatif Dapil dan ditetapkan oleh KPU RI menjadi lima Dapil .
Ketiga, KPU sudah menetapkan daftar pemilih atau daftar pemilih tetap per-tahun 2024 yang berjumlah 234.988. Ia menerangkan bahwa dari tahun 2019 berjumlah 222.988 ada sebuah peningkatan sekitar kurang lebih 12.000 penambahan pemilih dan sudah ditetapkan pada 4 November 2023 melalui rapat pleno.
Ketua KPU yang biasa dipanggil dengan Rusdi tersebut menyatakan bahwa untuk saat ini sudah memasuki masa kampanye pada tanggal 28 November sekaligus mensosialisasikan para partai politik untuk memulai kegiatan kampanye. Pihak KPU pun masih menunggu langkah selanjutnya dari beberapa partai politik baik itu kampanye tatap muka, umum ataupun pertemuan terbatas.
Kemudian akan dilakukan masa tenang sebelum dilaksanakannya rekapitulasi untuk menentukan hasil terhadap pemungutan di 2024 . Rusdi menuturkan Kendala-kendala yang dihadapi sangat banyak dirasakan oleh pihak penyelenggara (KPU) namun ujarnya semua bisa teratasi berkat kerjasama dari berbagai belah pihak internal KPU, rekan-rekan Bawaslu, stakeholder, serta Kesbangpol yang berkolaborasi bersama untuk menjaga kestabilitasan dalam melaksanakan tahapan-tahapan.
Menyangkut tentang kegiatan sebelumnya, KPU melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk pemilih pemula di lokasi Pawon Tlogo Km 7 Jl. Trans Kalimantan Handil Bakti kecamatan Alalak. Menurut Rusdiansyah pemilih pemula saat ini sangatlah banyak sekitar 22% lebih pemilih pemula dan ditambah dengan generasi millenial menjadi kisaran 50-an% yang akan baru menggunakan hak pilihnya.
“Jadi sangatlah perlu untuk mendidik mereka untuk meningkatkan ilmunya dalam kepemiluan sehingga mereka tidak menjadi generasi yang apatis terhadap pemilu, karena sangat diperlukan hak milik dari mereka untuk menentukan 5 tahun kedepan,” ujarnya. Menyinggung pertanyaan dari peserta sosialisasi tentang janji-janji politik , “Jika ada bakal calon memberikan janji-janji dan ketika mereka terpilih dan sudah dilantik tinggal tagih saja janji-janjinya karna menurutnya kalau janji itu ya memang harus ditagih dan itu sah-sah saja,“ ungkap Rusdi.

