MARABAHAN – Upacara oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Barito Kuala pada Senin pagi (20/07).

Pada kesempatan kali ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Kuala bertindak sebagai pelaksana, dengan Pembina upacara Kepala Dishub Batola, Jaya Hidayatullah.

Dalam amanatnya, Jaya Hidayatullah menyampaikan bahwa di tengah berkurangnya transfer keuangan daerah, Dishub terus bekerja keras sesuai arahan bupati serta dukungan lintas sektor dan tim satgas. Salah satu fokus utama adalah menggarap potensi besar Sungai Barito sebagai pusat lintas ekonomi, khususnya jalur transportasi batubara, guna memperkuat kemampuan Perusahaan Daerah (Perusda).

“Tahun ini, kami telah menyiapkan dokumen-dokumen teknis pelayanan agar dapat menarik retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jaya.

Selain itu, ia juga menyoroti regulasi terkait Over Dimension dan Over Loading (ODOL). Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa pada tahun 2027 mendatang, pemberlakuan aturan ODOL sudah tidak memiliki toleransi lagi.

Untuk tahun 2026 ini, Dishub Batola akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif bersama para pemangku kepentingan (stakeholder). Langkah tegas ini diambil karena angkutan yang melebihi kapasitas sangat membahayakan pengguna jalan dan memicu kerusakan infrastruktur jalan yang memakan biaya tidak sedikit.

Di akhir amanatnya, Kepala Dishub mengajak seluruh peserta apel untuk memelopori budaya tertib berlalu lintas. “Keselamatan transportasi adalah harga mati,” tegasnya.

Usai upacara, dilanjutkan dengan agenda penyerahan oleh Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan, menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada para Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesdan) Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Berikut adalah daftar para penerima penghargaan beserta inovasi mereka:
• Apt. Harju Maisya, S.Farm (Apoteker terbaik I Prov Kalsel Tahun 2026 dari Puskesmas Jelapat dan akan mewakili Kalimantan Selatan ke Tingkat Nasional) dengan inovasi GELORA LANSIA (Gerakan Layanan Obat Ramah Lansia)
• dr. Syuna Salimdra (Dokter Terbaik II Prov Kalsel Tahun 2026 dari puskesmas jejangkit) dengan inovasi BAPANDIR (Bantu Awasi Perkembangan Anak Mandiri)
• drg. Riza Aulia Rahman (Dokter Gigi Terbaik II Prov Kalsel Tahun 2026 dari Puskesmas Lepasan) dengan inovasi SENYUM BARITO (Sistem Edukasi dan Konsultasi Gigi Mulut Via Teledentistry di Sungai Barito)
• Hamsiah, S.Kep., Ns (perawat Terbaik II Prov Kalsel Tahun 2026 dari Puskesmas Berangas) dengan inovasi SI GERECEK (Sistem Informasi Gerakan Edukasi dan Cegah Kanker Serviks)
• Siti Nuraida Mawaddah, SKM (Petugas Promosi Kesehatan Terbaik III Prov Kalsel Tahun 2026 dari Puskesmas Mekarsari) dengan inovasi E-RANIA (Edukasi Remaja Putri Bebas Anemia)

Acara penyerahan penghargaan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati Barito Kuala, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan para tenaga kesehatan berprestasi. (diskominfo)