BARITO KUALA — Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bergerak cepat mengatasi krisis air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan air sungai menjadi asin dan belum turunnya hujan selama beberapa bulan terakhir di Kecamatan Tabunganen. Kegiatan peninjauan dan pembagian air bersih ini dilaksanakan pada hari Kamis, (24/09).
Bupati Barito Kuala menyampaikan rasa syukur atas sinergi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Barito Kuala, Kapolres Kab. Barito Kuala AKBP Susilawati, pihak Pengadilan Negeri, Kejaksaan, serta Danramil.
Dalam kegiatan tersebut, dibantu dengan mesin dan mobil water treatment (pengolahan air) dari Kapolda yang dipinjamkan untuk memproduksi air asin atau air kotor menjadi air tawar yang layak dikonsumsi.
“Dengan bantuan dari Kapolda melalui ibu Kapolres, kita dibantu mesin bagaimana memproduksi air asin menjadi air tawar. Mudah-mudahan hari ini kita mencoba sama-sama. Kalau ini berhasil berarti kita dapat solusi bagaimana sementara Kabupaten Barito Kuala yang selama ini mengalami air asin, terutama Kecamatan Tabunganen sudah hampir beberapa bulan dan belum ada tanda-tanda hujan,” ujar Bupati Barito Kuala.
Sementara itu, Kapolres Barito Kuala AKBP Susi menjelaskan bahwa mobil water treatment tersebut disiagakan agar masyarakat dapat langsung membawa galon dan mengambil air bersih sehat yang siap dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Silakan ini kita akan standby sampai malam nanti dan kami pastikan airnya nanti sehat untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Kapolres Susi. Ia juga menambahkan bahwa jika kebutuhan warga masih belum tercukupi, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah akan mengagendakan kembali kegiatan serupa di Desa Tabunganen.
Doa bersama juga dipanjatkan agar cuaca segera berubah, hujan lebat segera turun, sehingga kondisi air sungai kembali normal dan sektor pertanian masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala.

