MARABAHAN – Sesuai surat edaran Bupati Batola, ASN tidak boleh keluar daerah. Apabila melanggar, saat kembali ke Batola, langsung diisolasi di RSUD Abdul Aziz Marabahan.

Bupati Batola, Noormiliyani tidak hanya melarang perjalanan dinas. Tapi, juga melarang ASN yang melakukan perjalanan pribadi. “Apabila ada yang nekat berangkat ke luar daerah, otomatis saat tiba di bandara akan langsung dijemput. Isolasi selama 14 hari,” ujar Noormiliyani, Jumat (20/3).

Semua ini dilakukan atas dasar tanggung jawab kepada seluruh ASN. Sebagai antisipasi preventif agar virus Covid-19 tidak masuk Batola. “Semua ASN tanggung jawabku,” ujarnya, lantas menegaskan ini bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan ASN di Batola.

Bahkan anggota DPRD Batola yang berencana melakukan Bimtek di Jakarta, membatalkan kegiatannya.

“Sesuai instruksi bupati, semua anggota DPRD tidak ada yang berangkat Bimtek,” ujar Ketua DPRD Batola, Saleh.

Pihaknya juga tidak menerima kunjungan dari DPRD lain. Hal ini dilakukan agar tidak ada celah penyebaran Covid-19 yang datang dari luar.

“Kami terpaksa dengan berat hati menolak satu rencana kunjungan kerja dari salah satu DPRD dari pulau Jawa,” ujarnya.

Saleh mengatakan Bamus akan menyusun ulang agenda berikutnya. Para anggota DPRD dibebaskan untuk mengisi kegiatan di daerah sebagai pengganti pembantalan bimtek. Entah kunjungan ke pasar, ke kecamatan, atau sebagainya.

“Yang pasti kegiatan anggota dewan tetap ada dalam bulan ini. Hanya saja tetap di dalam daerah,” ujarnya.(bar/jy/dye) (sumber : kalsel.prokal.co)